2 Maret 2010
Indonesia All Out Sambut
ITB Berlin 2010
Dengan menggandeng tak kurang dari 80 Industri
pariwisata, Indonesia bersiap tampil habis-habisan dalan Internationale
Tourismus Borse (Bursa Wisata Internasional) yang akan berlangsung
di Berlin, Jerman, 10-14 Maret 2010. Hal ini disampaikan oleh
Wahyu Hersetiati Priyanto, Minister Counselor Sosbud KBRI
Berlin. Ditambahkan oleh Hersetiati bahwa keikutsertaan industri
pariwisata yang difasilitasi oleh Kementerian Budaya dan Pariwisata
serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin tersebut
merupakan upaya besar dalam menjaring wisatawan Eropa khususnya
dari Jerman.
Dalam ajang pariwisata terbesar di Eropa ini
Indonesia akan menampilkan kembali wajah spektakuler Pavilion
Indonesia yang selalu menjadi pusat perhatian pengunjung.
Pavilion Indonesia akan menjadi showcase keanekaragaman kekayaan
alam dan budaya Indonesia yang dituangkan dalam area seluas
800 M² yang terletak di Hall 26C No. 308 di Messegelände
Berlin. Pavilion Indonesia ini akan dihias dengan nuansa tradisional
serta menampilkan dekorasi dengan tema yang “surprising”
setelah pada keikutsertaan sebelumnya Pavilion Indonesia menampilkan
patung Garuda Wisnu Kencana yang menyabet penghargaan “the
Best Exhibitor Award“
Dikonfirmasikan oleh Hersetiati bahwa Delegasi
Indonesia akan dipimpin langsung oleh Menteri Kebudayaan dan
Pariwisata Indonesia dan diikuti pula oleh Putri Pariwisata
Indonesia yang akan siap menjelaskan berbagai informasi menarik
mengenai destinasi dan obyek pariwisata Indonesia kepada pengunjung
pameran. Dalam keterangan Pers-nya, Kembudpar menyatakan optimisme
bahwa tingkat kunjungan wisman ke Indonesia tahun ini akan
meningkat. Hal ini didukung oleh semakin membaiknya perekonomian
dunia serta dengan dibukanya kembali rute penerbangan maskapai
Indonesia ke Eropa. Dibukanya jalur penerbangan tersebut akan
semakin menambah kemudahan bagi turis Eropa untuk melakukan
wisata ke Indonesia. Maskapai Garuda Indonesia telah siap
membuka kembali jalur penerbangan Jakarta-Amsterdam via Dubai
dengan menggunakan pesawat tipe A330-243. Garuda Indonesia
sendiri tengah memesan pesawat baru tipe Boeing 777-300ERs
untuk melakukan penerbangan non-stop dari Indonesia ke Amsterdam.
Tahap berikutnya Garuda Indonesia juga akan mengembangkan
jalur penerbangan langsung ke Frankfurt, Roma, Paris dan London.
Tahun Kunjungan Indonesia 2010
Dengan dikukuhkannya Batik, Wayang serta Keris
sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi
oleh UNESCO, Indonesia tengah membidik Tahun Kunjungan Indonesia
2010 dengan fokus Visit Museum Year, beralih dari tema tahun
lalu yang berfokus pada marine and heritage.
Dengan jumlah museum di Jakarta saja yang mendekati
angka 60, Indonesia optimis untuk mengangkat tema tahun kunjungan
museum pada tahun ini. Jumlah tersebut belum ditambah dengan
berbagai museum yang terdapat di seluruh propinsi di Indonesia.
Salah satu museum yang menjadi andalan Indonesia adalah Museum
Nasional yang merupakan salah satu museum arkeologi terlengkap
di Asia Tenggara.
Setelah meningkat tipis sebesar 0.36% ditengah
badai krisis keuangan global tahun lalu, Indonesia optimis
menargetkan peningkatan wisatawan mancanegara sebesar 8-10%
atau sebanyak 7 juta orang secara keseluruhan. Tahun 2009,
jumlah Wisman mencapai hampir 6,5 juta dengan wisatawan asal
Eropa sebanyak 9.8%. Dengan semakin membaiknya kondisi ekonomi
dunia, target ini dinilai cukup optimis untuk dapat dicapai.
Untuk mencapai target tersebut, Kembudpar
dan seluruh Perwakilan Indonesia di luar negeri serta industri
pariwisata nasional akan bersama-sama secara agresif memperkanalkan
potensi pariwisata Indonesia di berbagai forum internasional.
Selain itu juga adanya peraturan baru mengenai perpanjangan
visa on arrival (VOA) yang dapat dilakukan di seluruh kantor
imigrasi di seluruh Indonesia, telah membuktikan keseriusan
Pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan
mancanegara. Pelayanan yang mudah, murah dan ramah, terhadap
para turis mancanegara ditambah dengan berbagai perbaikan
infrastruktur baik aspek transportasi, akomodasi dan keamanan
serta kenyamanan berwisata, tentu saja semakin memperbesar
optimisme untuk menjaring jumlah turis yang lebih besar di
masa yang akan datang.
|