Siaran Pers
Indonesia-Jerman Kembangkan Kerjasama Investasi Industri Kelapa Sawit
Dubes RI Berlin Tutup Ajang Kompetisi Olah Raga dan Silaturahmi Terbesar Antar Pelajar Indonesia di Jerman
Dubes RI Berlin Lepas Peserta Beasiswa Dharmasiswa dari Jerman
Kesempatan bekerja di Jerman terbuka bagi tenaga kerja Indonesia
Indonesia Paling Dimininati Pengunjung Open House All Nations Festival 2010 di Berlin
Indeks Siaran Pers
 
Berita Sebelumnya
Indonesia-Germany Interfaith Dialogue and Promoting Acamedic Cooperation
Pernyataan Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Penyergapan dan Aksi Kekerasan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara
Presiden umumkan 34 anggota Kabinet Indonesia Bersatu II
Yudhoyono-Boediono resmi jadi presiden dan wakil presiden
Presiden apresiasi kesuksesan MOD
Indeks Berita
 
Links
Penyelenggara Negara
Media Masa Indonesia
Perwakilan RI di Luar Negeri
Organisasi Masyarakat
Pemerintah Jerman
-
 
Pencarian Data


powered by FreeFind
-
 
Jajak Pendapat
Kami menyajikan kolom jajak pendapat dengan pertanyaan : "Bagaimana menurut anda tentang website KBRI Berlin ?"
kirim pendapat
 
 
Musik Daerah
Indonesia adalah sebuah negara yang kaya dengan musik daerah, dilambangkan dengan keragaman seni (terutama musik) yang tersebar di ribuan kepulauan di seluruh Indonesia. Di halaman ini kami ingin memperkenalkan alat musik tradisional dari berbagai macam suku, yang secara umum bisa dikategorikan ke dalam 4 kelompok besar: Alat Musik Tiup, Alat Musik Pukul, Alat Musik Petik, dan Alat Musik Tabuh.

Alat Musik Tiup (Aerophone)

Aerophone adalah klasifikasi alat musik tiup yang menghasilkan suara dengan memvibrasikan udara lewat pipa udara (instrumen angin). Klasifikasi ini dapat dikelompokkan lagi ke dalam: free aerophone, benda yang memproduksi suara dikarenakan angin, seperti blower, ingon-ingon (simalungun) atau bull-roarer (aborigin, australia); seruling tiup samping, seruling tiup ujung dan serunai.

Alat musik ini lazimnya terbuat dari bambu, tanduk kerbau dan berbagai macam jenis kayu lainnya, yang dilubangi terlebih dahulu. Alat musik ini bercirikan pria karena banyak laki-laki yang menggunakannya. Alat musik ini juga menjadi karakteristik tersendiri bagi musik daerah Indonesia.

Alat aerophone ini dapat dimainkan sendiri (solo) atau digabung bersama alat musik lainnya dalam sebuah perpaduan.

Berikut ini adalah beberapa alat musik yang dapat digolongkan kedalam kelompok aerophone:

  • Aceh : serunai, serunai kale, suling;
  • Sumatera Utara: baling-baling (Karo), surdam puntung (Karo) olek-olek (Karo), balobat (Karo), sarune (Karo), suling (Karo), sulim (Toba), saruna etek (Toba), sarune bolon (Toba), sarune bulu (Toba, Simalungun, Mandailing), sordam (mandailing, Pak-pak Dairi), ingon-ingon (Simalungun), saligung (Simalungun, ditiup lewat hidung), sarune (Simalungun), serinai (melayu), lobat (Pakpak Dairi), bansi (Melayu), empi-empi (Karo, terompet, terbuat dari tanduk kerbau);
  • Riau : serunai , bansi;
  • Sumatera Barat: serunai , saluang , bansi ;
  • Jambi : serunai , katet sekorong (terbuat dari batang padi);
  • Sumatera Selatan : empiu-empiu, seruling;
  • Jawa Barat : suling, seruling , tarompet , serunai, bangsing , sarawelet;
  • Jawa Tengah : suling bambu, salompret;
  • Yogyakarta : suling;
  • Jawa Barat: terompet, suling;
  • Bali : serunai.
© 2001-2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin - Jerman