| Globalisasi telah menjadi
realita yang mau tidak mau harus kita terima. Perkembangan dunia
saat ini dan di masa-masa mendatang pun tidak terlepas dari
pengaruh ini. Salah satu cirinya adalah semakin mengingkatnya
persaingan antar negara, wilayah dan bahkan antar individu.
Mereka yang terbaiklah yang akan menang.
Oleh karena itu, setiap orang harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya
supaya tetap bisa mengikuti perkembangan jaman. Tidak diragukan
lagi, pendidikan adalah investasi terbaik untuk itu.
Mengapa Studi di Jerman ?
Animo masyarakat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke
luar negeri sangatlah besar. Hal ini bisa dilihat dari gencarnya
lembaga-lembaga pendidikan asing melakukan promosi secara
rutin, baik melalui media massa maupun melalui Expo pendidikan.
Jerman adalah salah satu negara tujuan yang cukup diminati
calon mahasiswa dari Indonesia. Saat ini tercatat ribuan mahasiswa
asal Indonesia (yang terdaftar di Perwakilan RI) yang sedang
belajar di universitas-universitas di Jerman.
Mengapa banyak orang ingin sekolah ke Jerman? Setiap orang
tentu memiliki alasan sendiri-sendiri. Akan tetapi setidaknya
ada alasan penting, diantaranya:
| 1. |
Jerman adalah salah
satu negara paling maju di dunia. Ekonomi Jerman
(dilihat dari Produk Domestik Brutto) menduduki peringkat
ke-3 setelah Amerika Serikat dan Jepang. |
| |
|
| 2. |
Kualitas pendidikan dan penelitian
yang sangat baik. Kemajuan ekonomi Jerman (dan
juga Jepang), khususnya setelah perang dunia ke-2, tentunya
tidak bisa dilepaskan dari kualitas pendidikan mereka. |
| |
|
| 3. |
Biaya pendidikan yang relatif murah.
Pemerintah dan masyarakat Jerman menganut sistem sosial
demokrat yang menjamin semua warganya untuk mendapatkan
pendidikan dan penghidupan yang layak. Pendidikan merupakan
hak setiap warganya, sehingga pemerintah Jerman menanggung
hampir seluruh pembiayaan untuk itu. Pendidikan dari jenjang
sekolah dasar sampai dengan jenjang program doktor bisa
dikatakan gratis, baik untuk warga negara Jerman maupun
untuk orang asing yang belajar di Jerman. Kalaupun ada
beaya yang dipungut dari mahasiswa, jumlahnya sangat kecil
(jauh lebih kecil dibandingkan dengan biaya kuliah di
Indonesia sekalipun). |
|