15 Mei 2009
ROUND-UP: WOC 2009 LAHIRKAN DEKLARASI MANADO
Perhelatan akbar Konferensi Kelautan Dunia (World
Ocean Conference - WOC) di Manado, berakhir Kamis petang dengan
dicetuskannya Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration-MOD)
oleh delegasi dari 75 negara dan 11 organisasi antarpemerintah
serta badan-badan PBB. Dalam kata akhir setelah menyepakati
dokumen kelautan ini, para pemimpin delegasi menyampaikan
dukungan terhadap setiap butir MOD serta penghargaan dan apresiasi
yang tinggi terhadap pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi
Sulawesi Utara yang telah berhasil menyelenggarakan WOC dan
menerbitkan deklarasi terbesar terkait masalah kelautan dan
lingkungan dalam 27 tahun terakhir.
"Ini adalah deklarasi terbaik tentang masalah kelautan
dan iklim dan berharap semua pemerintah dan bangsa bersatu
padu untuk melaksanakan komitmen ini," kata delegasi
dari Filipina. Hal yang sama dikemukakan delegasi Amerika
Serikat, Jerman, Somalia, Suriname dan sejumlah delegasi lainnya
yang mendukung MOD untuk masuk kerangka kerja PBB dalam konferensi
perubahan iklim (UNFCCC) di Copenhagen akhir tahun 2009.
Para delegasi juga menyampaikan terima kasih atas keramahtamahan
masyarakat Manado selama WOC berlangsung sehingga pertemuan
besar ini berjalan sukses baik dalam penyelenggaraan maupun
substansi materi konferensi yang dihasilkan.
Deklarasi Kelautan Manado terdiri atas 14 paragraf pembuka
dan 21 poin kesepakatan operatif. Isinya antara lain berupa
komitmen negara-negara peserta untuk melakukan konservasi
laut jangka panjang, menerapkan manajemen pengelolaan sumber
daya laut dan daerah pantai dengan pendekatan ekosistem, serta
memperkuat kemitraan global untuk pembangunan berwawasan lingkungan.
Mereka juga menyepakati perlunya strategi nasional untuk pengelolaan
ekosistem laut dan kawasan pantai serta penerapan pengelolaan
laut dan daerah pantai secara terpadu. Kesepakatan untuk bekerja
sama dalam riset kelautan dan pertukaran informasi terkait
hubungan perubahan iklim dan laut juga masuk dalam deklarasi
yang dibahas sejak 11 Mei hingga 14 Mei itu. Meski tidak dijelaskan
secara rinci, deklarasi juga menitikberatkan perlunya penerapan
kebijakan terpadu yang ramah lingkungan dalam pengelolaan
laut dan daerah pantai dengan memperhatikan kehidupan masyarakat
yang paling rentan, yakni mereka yang hidup di pesisir atau
pantai.
Deklarasi juga menekankan kebutuhan dukungan finansial dan
insentif untuk membantu negara-negara berkembang mewujudkan
lingkungan yang baik bagi komunitas yang paling rentan terkena
dampak perubahan iklim, serta mengundang negara-negara dalam
UNFCCC untuk mempertimbangkan dan memasukkan proposal proyek
adaptasi perubahan iklim di laut ke dalam "Adaptation
Fund Board".
Pertukaran teknologi untuk pengurangan dampak perubahan iklim
terhadap laut dan sebaliknya juga ditekankan, namun belum
ada penjelasan mengenai mekanisme transfer teknologi yang
dimaksud. Mereka yang menyepakati deklarasi juga menyatakan
akan melanjutkan kerja sama pada tingkat nasional dan regional,
serta selanjutnya membangun area perlindungan laut. Mereka
juga mendorong upaya sekretaris jenderal PBB untuk memfasilitasi
kerja sama dan koordinasi terkait masalah ini dalam sistem
PBB, serta mengharapkan hasil efektif dari pertemuan para
pihak (Conference of Parties/COP) UNFCCC ke-15 di Kopenhagen,
Denmark pada Desember mendatang.
Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numbery kepada pers
usai adopsi MOD itu mengatakan bahwa deklarasi Manado ini
adalah payung besar dari upaya memasukkan laut dalam kerangka
pembicaraan global mengenai isu-isu perubahan lingkungan sedangkan
instrumennya akan dibicarakan tersendiri antarnegara atau
badan-badan terkait. "MOD ini sangat menguntungkan Indonesia
sebagai negara kepulauan terbesar di dunia karena sekarang
ini seluruh dunia menyadari pentingnya kelautan dalam kerangka
penyelamatan bumi," ujarnya. Negara yang mengadopsi deklarasi
itu antara lain Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, Somalia,
Suriname, Pakistan, Grenada, Amerika Serikat, Republik Korea,
Prancis, India, Cina, Kamboja, Angola, dan Namibia dan India.
Seruan keras
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan pertemuan
tingkat menteri WOC untuk mengadopsi MOD Kamis pagi menegaskan,
Deklarasi Kelautan Manado (MOD) merupakan satu seruan keras
terhadap dunia internasional untuk peduli dan menjaga kelestarian
laut. "Seruan itu harus didengar oleh komunitas internasional
dan seluruh pemangku kepentingan saat kita mencapai tujuan
utama dari Peta Jalan Bali dalam perundingan di Kopenhagen,
menuju rejim baru pascaprotokol Kyoto," katanya. WOC,
kata Presiden adalah suatu pertemuan bersejarah abad ini karena
laut saat ini berada dalam suatu kondisi yang menyedihkan
akibat penangkapan ikan berlebihan, eksploitasi berlebihan,
polusi, naiknya suhu air laut, kerusakan terumbu karang dan
perubahan iklim. "Jika hal itu (perusakan ekosistem laut)
terus terjadi maka kita dapat perkirakan jika akan ada lebih
banyak lagi kabar buruk," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Presiden, dunia harus mulai menyelamatkan
laut demi kelangsungan hidup umat manusia karena laut tidak
hanya merupakan dua pertiga bumi tetapi juga pendukung perekonomian
global serta sumber ketahanan pangan. Menurut Kepala Negara,
jika Konverensi Perubahan Iklim di Kopenhagen mengadopsi pendekatan
itu dan masyarakat internasional menjalankannya dengan baik
maka kehidupan manusia akan memiliki masa depan yang lebih
baik. "Ini merupakan kesempatan penting bagi kita untuk
membuat pernyataan penting bagi masa depan laut, planet dan
kemanusian, sebuah pesan yang akan terdengar hingga ke luar
ruang konvensi ini," katanya.
Sementara Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton dalam pesannya
melalui DVD yang disampaikan pada pertemuan tingkat menteri
WOC itu memuji Indonesia yang dinilainya sukses menggelar
WOC pertama di dunia dan menghasilkan deklarasi yang sangat
penting artinya dalam memelihara kesehatan planet dan ekosistem
laut. Menurut Hillay, kesehatan planet dan laut saling terhubung
dan saat ini, laut mengalami tekanan dari berbagai sumber,
laut semakin asam (acidification) dan penangkapan ikan secara
berlebihan telah mengancam ekosistem laut.
Pembangunan tanpa batas dan polusi telah menyebabkan kerusakan
di daerah pesisir dan pemanasan global telah menyebabkan permukaan
air laut naik dan badai yang kuat.
"Fenomena-fenomena ini menunjuk pada suatu kesimpulan
bahwa 'kita harus melakukan lebih banyak hal untuk melindungi
laut kita dan menjaga kesehatan planet kita serta orang-orang
yang tinggal di dalamnya," ujarnya. Hillary yakin bahwa
WOC di Manado akan membantu dunia memfokuskan perhatiannya
pada hubungan antara laut dan perubahan iklim serta langkah-langkah
global lebih lanjut untuk menemukan solusi ilmiah atas permasalah
yang sedang dihadapi. "Saya percaya Manado Ocean Declaration
yang akan dilahirkan dalam WOC Manado akan meningkatkan kemajuan
dan mempertajam pemikiran kita dalam isu yang sangat vital
ini. Saya juga berharap ada kerjasama antarnegara yang lebih
dalam lagi untuk memenuhi tanggung jawab kita melindungi kesehatan
laut dan planet yang kita tinggali bersama," ujarnya.
Sumber : Antara
|