Siaran Pers
Menbudpar RI buka Pavilion Indonesia di ITB Berlin 2010 dengan optimisme tinggi
Menbudpar : Indonesia berupaya rebut pasar eropa di ITB Berlin 2010
Road Show promosi peluang usaha dan investasi di jantung industri Jerman
Indonesia All Out sambut ITB Berlin 2010
Peneliti Max Planck Institute Jerman kagum dan terkesan dengan kehidupan masyarakat Papua yang semakin maju
Indeks Siaran Pers
 
Berita Sebelumnya
Presiden umumkan 34 anggota Kabinet Indonesia Bersatu II
Yudhoyono-Boediono resmi jadi presiden dan wakil presiden
Presiden apresiasi kesuksesan MOD
Round-Up: WOC 2009 lahirkan Deklarasi Manado
WOC - 75 negara adopsi Deklarasi Kelautan Manado
Indeks Berita
 
Links
Penyelenggara Negara
Media Masa Indonesia
Perwakilan RI di Luar Negeri
Organisasi Masyarakat
Pemerintah Jerman
-
 
Pencarian Data


powered by FreeFind
-
 
Jajak Pendapat
Kami menyajikan kolom jajak pendapat dengan pertanyaan : "Bagaimana menurut anda tentang website KBRI Berlin ?"
kirim pendapat
 
 
- Berita -
 

 

15 Mei 2009

PRESIDEN APRESIASI KESUKSESAN MOD

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi kesuksesan Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) yang telah berhasil menyepakati Deklarasi Kelautan Manado (MOD). "Saya senang bahwa konferensi itu mampu menghasilkan MOD," kata Presiden dalam jamuan santap malam para peserta WOC dan CTI Summit di Manado, Kamis malam. Menurut Presiden, keberhasilan pengesahan MOD memberikan sebuah sinyal kuat bagi komunitas kelautan di dunia mengenai keperluan untuk menjaga laut dan sumber daya kelautan. "Ini adalah bagian penting dari solusi dalam upaya mencari konsensus mengenai perubahan iklim," katanya.

Pada kesempatan itu Presiden juga mengapresiasi lima kepala negara/pemerintahan peserta CTIB Summit yaitu Presiden Filipina Gloria M Arroyo, PMB Malaysia Najib Razak, PM Kepulauan Solomon Derek Sikua, PM Papua Nugini Michael Somare dan Presiden Timor Leste Ramos Horta. Dalam acara santap malam yang juga dihadiri oleh sejumlah duta besar negara sahabat itu, Presiden dan para kepala negara sahabat mengenakan kemeja kain "bentenan" berwarna ungu. Jamuan makam malam yang dimulai pukul 19.47 Wita itu diawali dengan penayangan video "The CTI: A Call to Action."

Dalam kerja sama itu, enam negara yang berada di wilayah seluas 5,7 juta km persegi sepakat berkoordinasi dalam melindungi sumber daya kelautan. Dengan luas yang hanya dua persen dari lautan di dunia, Segitiga Karang memiliki 76 persen dari spesies karang yang sudah diketahui. Wilayah itu juga penuh dengan beragam ikan karena keanekaragaman karang yang tinggi. Lebih dari 120 juta orang secara langsung bergantung pada karunia yang disediakan oleh lautan di wilayah itu untuk makanan dan pendapatan. Namun sumber daya yang berharga itu sekarang terancam perubahan iklim, pengambilan ikan berlebih, perikanan ilegal, pembangunan pesisir yang tidak berkelanjutan dan pencemaran, Semua ancaman ini mengakibatkan berkurangnya sediaan ikan, hilangnya bakau dalam skala besar dan degradasi sistem terumbu karang. Keenam negara itu menjawab tantangan itu dengan menyetujui untuk mengembangkan rencana aksi untuk menerapkan inisiatif baru itu. Dalam beberapa tahun ke depan negara-negara itu akan bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk melaksanakan strategi kawasan konservasi laut, pengelolaan kelautan yang berkelanjutan, perlindungan spesies terancam dan adaptasi perubahan iklim.

Sumber : Antara

© 2001-2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin - Jerman