15 Mei 2009
PRESIDEN APRESIASI KESUKSESAN MOD
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi
kesuksesan Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC)
yang telah berhasil menyepakati Deklarasi Kelautan Manado
(MOD). "Saya senang bahwa konferensi itu mampu menghasilkan
MOD," kata Presiden dalam jamuan santap malam para peserta
WOC dan CTI Summit di Manado, Kamis malam. Menurut Presiden,
keberhasilan pengesahan MOD memberikan sebuah sinyal kuat
bagi komunitas kelautan di dunia mengenai keperluan untuk
menjaga laut dan sumber daya kelautan. "Ini adalah bagian
penting dari solusi dalam upaya mencari konsensus mengenai
perubahan iklim," katanya.
Pada kesempatan itu Presiden juga mengapresiasi lima kepala
negara/pemerintahan peserta CTIB Summit yaitu Presiden Filipina
Gloria M Arroyo, PMB Malaysia Najib Razak, PM Kepulauan Solomon
Derek Sikua, PM Papua Nugini Michael Somare dan Presiden Timor
Leste Ramos Horta. Dalam acara santap malam yang juga dihadiri
oleh sejumlah duta besar negara sahabat itu, Presiden dan
para kepala negara sahabat mengenakan kemeja kain "bentenan"
berwarna ungu. Jamuan makam malam yang dimulai pukul 19.47
Wita itu diawali dengan penayangan video "The CTI: A
Call to Action."
Dalam kerja sama itu, enam negara yang berada di wilayah seluas
5,7 juta km persegi sepakat berkoordinasi dalam melindungi
sumber daya kelautan. Dengan luas yang hanya dua persen dari
lautan di dunia, Segitiga Karang memiliki 76 persen dari spesies
karang yang sudah diketahui. Wilayah itu juga penuh dengan
beragam ikan karena keanekaragaman karang yang tinggi. Lebih
dari 120 juta orang secara langsung bergantung pada karunia
yang disediakan oleh lautan di wilayah itu untuk makanan dan
pendapatan. Namun sumber daya yang berharga itu sekarang terancam
perubahan iklim, pengambilan ikan berlebih, perikanan ilegal,
pembangunan pesisir yang tidak berkelanjutan dan pencemaran,
Semua ancaman ini mengakibatkan berkurangnya sediaan ikan,
hilangnya bakau dalam skala besar dan degradasi sistem terumbu
karang. Keenam negara itu menjawab tantangan itu dengan menyetujui
untuk mengembangkan rencana aksi untuk menerapkan inisiatif
baru itu. Dalam beberapa tahun ke depan negara-negara itu
akan bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk melaksanakan
strategi kawasan konservasi laut, pengelolaan kelautan yang
berkelanjutan, perlindungan spesies terancam dan adaptasi
perubahan iklim.
Sumber : Antara
|