15 Mei 2009
WOC - 75 NEGARA ADOPSI DEKLARASI KELAUTAN MANADO
Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration/MOD)
yang disepakati dalam konferensi kelautan dunia (World Ocean
Conference/WOC) di Manado, Kamis diadopsi 75 negara yang mengirimkan
delegasi ke konferensi laut pertama di dunia itu. "Semua
sepakat, semua yang hadir mengadopsi," kata Kepala Badan
Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan
Gellwyn Yusuf usai pertemuan tingkat tinggi WOC di Grand Kawanua
Convention Center, Manado.
Negara yang mengadopsi deklarasi itu antara lain Indonesia,
Filipina, Thailand, Malaysia, Somalia, Suriname, Pakistan,
Grenada, Amerika Serikat, Republik Korea, Perancis, India,
Cina, Kamboja, Angola, Filipina dan Namibia. Ketua Pertemuan
Pejabat Tinggi (Senior Official Meeting/SOM) WOC Eddy Pratomo
mengatakan kesepakatan dalam deklarasi ini selanjutnya diharapkan
bisa mempengaruhi pembahasan global mengenai perubahan iklim,
dan menjadikan dimensi laut sebagai arus utama di dalamnya.
"Ini adalah bentuk komitmen politik yang jelas terkait
dengan peran perubahan iklim terhadap laut dan sebaliknya.
Para menteri dan delegasi juga telah menunjukkan keinginan
mereka untuk membangun kemitraan dalam perlindungan laut,"
katanya, saat menutup pertemuan.
Eddy yakin kesepakatan yang tertuang dalam Deklarasi Kelautan
Manado selanjutnya akan menyatukan tujuan negara-negara peserta
konferensi untuk menjadikan laut sebagai arus utama dalam
setiap pembahasan dan negosiasi terkait perubahan iklim. Namun,
kata dia, kesepakatan yang dihasilkan dalam WOC baru merupakan
langkah awal yang harus diikuti dengan tindak lanjut, sebelum
benar-benar direalisasikan dan memberikan manfaat bagi semua,
khususnya daerah kepulauan di negara-negara berkembang.
Menurut anggota delegasi dari Cina Shang Zhen, deklarasi tersebut
harus diikuti dengan lebih banyak kerja sama riset ilmiah
untuk merumuskan strategi adaptasi yang tepat dalam rangka
mengurangi dampak perubahan iklim terhadap laut dan sebaliknya.
Tentang mekanisme pendanaan dalam upaya adaptasi dan mitigasi
dampak perubahan iklim terhadap laut dan sebaliknya, Zhen
mengatakan, selanjutnya harus ada kejelasan tentang apa saja
yang bisa dicakup oleh pendanaan, dan apa yang bisa dijual
untuk itu.
Ia mengatakan implementasi deklarasi ini masih bergantung
pada pertemuan para pihak dalam "United Nations Framework
Convention on Climate Change/UNFCCC" di Kopenhagen, Denmark,
Desember mendatang.
Penekanan pada Konservasi
Deklarasi Kelautan Manado terdiri atas 14 paragraf pembuka
inti dan 21 poin kesepakatan operatif. Isi deklarasi antara
lain berupa komitmen negara-negara peserta untuk melakukan
konservasi laut jangka panjang, menerapkan manajemen pengelolaan
sumber daya laut dan daerah pantai dengan pendekatan ekosistem,
serta memperkuat kemitraan global untuk pembangunan berwawasan
lingkungan.
Mereka juga menyepakati perlunya strategi nasional untuk pengelolaan
ekosistem laut dan kawasan pantai serta penerapan pengelolaan
laut dan daerah pantai secara terpadu.
Kesepakatan untuk bekerja sama dalam riset kelautan serta
pertukaran informasi terkait hubungan perubahan iklim dan
laut juga masuk dalam deklarasi yang dibahas sejak 11 Mei
hingga 14 Mei itu.
Meski tidak dijelaskan secara rinci, namun deklarasi juga
menitikberatkan perlunya penerapan kebijakan terpadu yang
ramah lingkungan dalam pengelolaan laut dan daerah pantai
dengan memperhatikan kehidupan masyarakat yang paling rentan,
yakni mereka yang hidup di pesisir atau pantai.
Deklarasi juga menekankan kebutuhan dukungan finansial dan
insentif untuk membantu negara-negara berkembang mewujudkan
lingkungan yang baik bagi komunitas yang paling rentan terkena
dampak perubahan iklim, serta mengundang negara-negara dalam
UNFCCC untuk mempertimbangkan dan memasukkan proposal proyek
adaptasi perubahan iklim di laut ke dalam "Adaptation
Fund Board".
Pertukaran teknologi untuk pengurangan dampak perubahan iklim
terhadap laut dan sebaliknya juga ditekankan, namun belum
ada penjelasan mengenai mekanisme transfer teknologi yang
dimaksud.
Mereka yang menyepakati deklarasi juga menyatakan akan melanjutkan
kerja sama pada tingkat nasional dan regional, serta selanjutnya
membangun area perlindungan laut. Mereka juga mendorong upaya
sekretaris jenderal PBB untuk memfasilitasi kerja sama dan
koordinasi terkait masalah ini dalam sistem PBB, serta mengharapkan
hasil efektif dari pertemuan para pihak (Conference of Parties/COP)
UNFCCC ke-15 di Kopenhagen, Denmark pada Desember mendatang.
Sumber : Antara
|