13 Mei 2008
Presiden: Menjadi Bangsa Maju Bukan Mimpi Belaka
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi
Ibu Negara dan beberapa menteri, hari Senin (12/5) pagi menghadiri
acara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional, di Kampus
C Ruang Rektorat Universitas Airlangga, Surabaya.
Menurut Mendiknas Bambang Sudibyo, puncak peringatan
Hardiknas tahun ini sengaja diadakan di Surabaya sebagai penghargaan
karena masyarakat Jawa Timur telah meraih prestasi dalam pemberantasan
buta huruf serta banyak memperoleh penghargaan dalam bidang
pendidikan.
Dalam Sambutannya, secara khusus Presiden SBY
menyampaikan hormat dan penghargaan kepada para guru yang
selama ini bertugas di daerah terpencil, di pulau terdepan,
di perbatasan dan daerah tertinggal, termasuk para camat dan
kepala desa. “Mereka adalah pahlawan, dan pejuang-pejuang
pendidikan yang sejati,” kata Presiden.
Hardiknas tahun 2008 ini mengambil tema Hardiknas
Sebagai Bagian dari Peringatan Satu Abad Kebangkitan Bangsa.
“Saya nilai pemilihan tema ini tepat dan benar, serta
relevan dengan semangat bangsa yang terus membangun hari esok
yang lebih baik,” kata Presiden.
Menurut Presiden, kalau kita hendak menjadi bangsa
yang maju, maka kita harus memiliki lapisan anak bangsa yang
memiliki keunggulan dan daya saing yang tinggi. Mengapa? “Kebijakan
dasar kita di bidang pendidikan, grand policy kita adalah,
kita merasakan pendikan bagi semua putra putri bangsa, tanpa
kecuali, termasuk mereka yang tidak mampu, agar memiliki kemampuan
pangkal, bisa memilih profesi dan menjalani kehidupannya untuk
hidup dengan layak. Ini adalah persoalan keadilan. Pendidikan
bagi semua,” jelas Presiden.
Selanjutnya, kata Presiden, agar Indonesia benar-benar
menjadi bangsa yang maju, maka sekali lagi kita memerlukan
satu lapisan anak bangsa yang memiliki keunggulan agar bisa
menarik bangsa kita untuk membangun masyarakat berpengetahuan.
“Menjadi bangsa yang maju pada abad 21 ini, bukan hanya
mimpi belaka tetapi merupakan tujuan yang dapat kita wijudkan
bersama. Kita jangan menjadi bangsa yang lunak terhadap diri
kita sendiri. Bangsa yang lunak terhadap dirinya termasuk
dalam dunia pendidikan, tidak akan pernah berhasil menjadibangsa
yang maju, “ kata Presiden.
Sumber : presidenri.go.id |