Siaran Pers
16 Mahasiswa Papua Siap Timba Ilmu di Jerman
Berlin Lakukan Bedah Buku Mengenai Seni Kontemporer Indonesia
Rasa Haru Iringi Pelepasan KRI Dewaruci di Bremerhaven
Poco-Poco Diplomacy dan Kedigdayaan Awak Kapal Dewaruci di Jerman
Wunderbar (Hebat) Penampilan KRI Dewaruci di Hari Perdana Sail Bremerhaven
Indeks Siaran Pers
 
Berita Sebelumnya
Indonesia-Germany Interfaith Dialogue and Promoting Acamedic Cooperation
Pernyataan Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Penyergapan dan Aksi Kekerasan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara
Presiden umumkan 34 anggota Kabinet Indonesia Bersatu II
Yudhoyono-Boediono resmi jadi presiden dan wakil presiden
Presiden apresiasi kesuksesan MOD
Indeks Berita
 
Links
Penyelenggara Negara
Media Masa Indonesia
Perwakilan RI di Luar Negeri
Organisasi Masyarakat
Pemerintah Jerman
-
 
Pencarian Data


powered by FreeFind
-
 
Jajak Pendapat
Kami menyajikan kolom jajak pendapat dengan pertanyaan : "Bagaimana menurut anda tentang website KBRI Berlin ?"
kirim pendapat
 
 
- Berita -
 

13 Mei 2008

Presiden: Menjadi Bangsa Maju Bukan Mimpi Belaka

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara dan beberapa menteri, hari Senin (12/5) pagi menghadiri acara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional, di Kampus C Ruang Rektorat Universitas Airlangga, Surabaya.

Menurut Mendiknas Bambang Sudibyo, puncak peringatan Hardiknas tahun ini sengaja diadakan di Surabaya sebagai penghargaan karena masyarakat Jawa Timur telah meraih prestasi dalam pemberantasan buta huruf serta banyak memperoleh penghargaan dalam bidang pendidikan.

Dalam Sambutannya, secara khusus Presiden SBY menyampaikan hormat dan penghargaan kepada para guru yang selama ini bertugas di daerah terpencil, di pulau terdepan, di perbatasan dan daerah tertinggal, termasuk para camat dan kepala desa. “Mereka adalah pahlawan, dan pejuang-pejuang pendidikan yang sejati,” kata Presiden.

Hardiknas tahun 2008 ini mengambil tema Hardiknas Sebagai Bagian dari Peringatan Satu Abad Kebangkitan Bangsa. “Saya nilai pemilihan tema ini tepat dan benar, serta relevan dengan semangat bangsa yang terus membangun hari esok yang lebih baik,” kata Presiden.

Menurut Presiden, kalau kita hendak menjadi bangsa yang maju, maka kita harus memiliki lapisan anak bangsa yang memiliki keunggulan dan daya saing yang tinggi. Mengapa? “Kebijakan dasar kita di bidang pendidikan, grand policy kita adalah, kita merasakan pendikan bagi semua putra putri bangsa, tanpa kecuali, termasuk mereka yang tidak mampu, agar memiliki kemampuan pangkal, bisa memilih profesi dan menjalani kehidupannya untuk hidup dengan layak. Ini adalah persoalan keadilan. Pendidikan bagi semua,” jelas Presiden.

Selanjutnya, kata Presiden, agar Indonesia benar-benar menjadi bangsa yang maju, maka sekali lagi kita memerlukan satu lapisan anak bangsa yang memiliki keunggulan agar bisa menarik bangsa kita untuk membangun masyarakat berpengetahuan. “Menjadi bangsa yang maju pada abad 21 ini, bukan hanya mimpi belaka tetapi merupakan tujuan yang dapat kita wijudkan bersama. Kita jangan menjadi bangsa yang lunak terhadap diri kita sendiri. Bangsa yang lunak terhadap dirinya termasuk dalam dunia pendidikan, tidak akan pernah berhasil menjadibangsa yang maju, “ kata Presiden.

Sumber : presidenri.go.id

© 2001-2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin - Jerman