Siaran Pers
16 Mahasiswa Papua Siap Timba Ilmu di Jerman
Berlin Lakukan Bedah Buku Mengenai Seni Kontemporer Indonesia
Rasa Haru Iringi Pelepasan KRI Dewaruci di Bremerhaven
Poco-Poco Diplomacy dan Kedigdayaan Awak Kapal Dewaruci di Jerman
Wunderbar (Hebat) Penampilan KRI Dewaruci di Hari Perdana Sail Bremerhaven
Indeks Siaran Pers
 
Berita Sebelumnya
Indonesia-Germany Interfaith Dialogue and Promoting Acamedic Cooperation
Pernyataan Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Penyergapan dan Aksi Kekerasan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara
Presiden umumkan 34 anggota Kabinet Indonesia Bersatu II
Yudhoyono-Boediono resmi jadi presiden dan wakil presiden
Presiden apresiasi kesuksesan MOD
Indeks Berita
 
Links
Penyelenggara Negara
Media Masa Indonesia
Perwakilan RI di Luar Negeri
Organisasi Masyarakat
Pemerintah Jerman
-
 
Pencarian Data


powered by FreeFind
-
 
Jajak Pendapat
Kami menyajikan kolom jajak pendapat dengan pertanyaan : "Bagaimana menurut anda tentang website KBRI Berlin ?"
kirim pendapat
 
 
- Berita -
 

31 Juli 2008

PRESIDEN MEMBUKA KONFERENSI ICIS III

Bertepatan dengan perayaan Isra Mi’raj, Rabu (30/7) pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III di Hotel Borobudur, Jakarta. Konferensi yang diselenggarakan hingga tanggal 1 Agustus 2008 ini, mengangkat tema “Uphold Islam as Rahmatan Lil Alamin: Peace and Conflict Prevention in the World”.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Djunaidin Idris, dilanjutkan sambutan Sekretaris Jenderal ICIS Hasyim Musyadi dan Keynote Lecture yang disampaikan oleh Presiden SBY.

Dalam sambutannya, Hasyim Muzadi, mengemukakan bahwa ICIS III merupakan tindak lanjut ICIS II di Jakarta pada 20-22 Juni 2006, dan ICIS I yang diselenggarakan di Jakarta pula pada 23-25 Februari 2004. ICIS II menghasilkan 37 rencana aksi dalam rekomendasi yang ditujukan pada PBB, OKI, negara-negara Islam, negara peserta ICIS serta para pemimpin Islam. ICIS II diikuti 320 peserta dari 53 negara, termasuk Utusan Paus Benediktus XVI, Khalid Akasheh.

Sedangkan ICIS III kali ini, mengundang para ulama dan cendekiawan muslim sedunia, berjumlah sekitar 350 orang peserta dari 70 negara. Dengan para pembicara dari luar negeri sebanyak 53 orang, dan dari Indonesia sendiri sebanyak 21 orang. Diantaranya adalah PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi serta Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan.”ICIS III akan membahas mengenai konflik di dunia Islam, baik di internal umat Islam maupun yang berhubungan dengan masyarakat global. Selain itu, setiap peserta diharapkan dapat membantu upaya perbaikan citra Islam dan kemampuan umat Islam dalam menghadapi tantangan dan persaingan global,” Hasyim Muzadi menjelaskan.

Presiden SBY mengatakan, sudah terlalu banyak perhatian dan energi yang dikeluarkan untuk menyelesaikan konflik, namun konflik-konflik tersebut terus berlanjut dan tidak dapat dicegah. ”Sesungguhnya, mencegah konflik merupakan hal yang lebih baik jika dibandingkan dengan mengobati konflik yang sudah terjadi. Karena, mencegah terjadinya konflik juga mencegah jatuhnya korban jiwa, energi politik dan sumber daya ekonomi,” kata Presiden SBY.

Mencegah konflik membutuhkan kemampuan untuk mendeteksi potensi terjadinya konflik. Selain itu, juga diperlukan pengertian terhadap dinamika konflik yang terjadi. ”Dan seperti resolusi konflik, pencegaha konflik juga membutuhkan keahlian untuk mencari cara baru untuk menurunkan tensi, mencegah perpecahan dan juga mencari waktu yang tepat. Waktu untuk intervensi, pencegahan dan melancarkan aksi,” ujar SBY.

Dan yang paling penting, pencegahan konflik membutuhkan kepemimpinan. ”Dan kepemimpinan ini dapat berasal dari siapapun. Pemimpin politik, pemimpin informal, pemimpin komunitas, pemimpin agama, tergantung dari konflik yang sedang terjadi,” terang Presiden kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara yang bertemakan “Uphold Islam as Rahmatan Lil Alamin: Peace and Conflict Prevention in the World”.

Tetapi, lanjut SBY, kita harus selalu ingat, bahwa setiap konflik memiliki permasalahannya masing-masing. ”Setiap konflik memiliki dinamika dan kepribadian tersendiri, dan harus diperlakukan sesuai dengan dinamika yang berlaku. Saya juga percaya bahwa seberapapun lama dan rumitnya sebuah konflik, pasti akan dapat dicari solusinya,” ungkap SBY.

Oleh karena itu, Presiden SBY berharap konferensi ini dapat dijadikan kesempatan untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah di seluruh dunia. ”Selain Ukhuwah Islamiyah, konferensi ini j uga dapat dijadikan kesempatan untuk memformulasikan cara-cara praktis untuk mengatasi tantangan dan hambatan politik, ekonomi dan sosial menuju perdamaian dan kemajuan,” terang Presiden.

Usai memberikan sambutan, didampingi oleh Menag Maftuh Basyuni dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Presiden SBY memukul bedug sebagai tanda peresmian pembukaan ICIS III.

Sumber : presidenri.go.id

 

© 2001-2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin - Jerman