25 Januari 2008
TERIMA KASIH KEPADA DUNIA YANG TELAH MEMBANTU
ACEH DAN NIAS
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi
Ibu Negara Ani Yudhoyono menghadiri acara "Indonesia
Thanks The World Appreciating A Global Partnership In Rebuilding
Aceh - Nias and Sharing The Lessons", yang dilaksanakan
oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh - Nias,
di Panti Prajurit, Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis
(24/1) malam. Acara ini adalah prakarsa Presiden sebagai ucapan
terima kasih rakyat Indonesia kepada negara donor dan semua
pihak dalam membantu rekontruksi, rehabilitasi, dan pemulihan
di Aceh dan Nias pasca gempa dan tsunami .
Pada acara itu juga dilakukan pemutaran film
dokumenter After Tsunami, Maintaining The Momentum. Kemudian
dilajutkan pemutaran film dokumenter Giving Back to The World,
Lessons Learned.
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan, malam
ini sangat penting untuk menyatukan komitmen kita membangun
Aceh dan Nias lebih baik. Presiden, atas nama negara, pemerintah,
dan selaku pribadi, mengucapkan penghargaan setinggi tingginya
kepda semua pihak yang telah membantu dan berbuat kebajikan
membantu rakyat Aceh dan Nias yang mengalami tsunami. "Bantuan
saudara semua di catat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dicatat
oleh sejarah, serta dicatat dan dikenang di hati sanubari
rakyat Indonesia, terutama mereka yang ada di Aceh dan Nias."
ujar Presiden SBY.
Selain itu, Presiden SBY juga berterimah kasih
dengan berbagai bahasa negara di dunia, seperti, Inggris,
Jerman, Arab, Cina, dan lain -lain. Presiden menjelaskan,
acara ini sebenarnya sudah lama dirancangnya bersama Ketua
BRR dan beberapa stafnya dan baru kali ini terlaksana.
Ketua BRR Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto melaporkan
bahwa dalam tiga tahun pasca tsunami BRR telah membangun 100
ribu unit rumah, 64 ribu hektar lahan pertanian terpulihkan,
2 ribu km jalan diperbaiki atau baru dibangun. Lalu 17 pelabuhan
laut, 10 bandar udara, 860 bangunan sekolah, dan 600 fasilitas
kesehatan. "Namun yang terpenting adalah kembalinya harapan
masyarakat." kata Kuntoro.
Kuntoro menambahkan, pembangunan kembali Aceh
dan Nias belum selesai. Masih ada 3 ribu kepala keluarga yang
tidak memiliki tanah masih tinggal di barak. Masih ada rumah
terbangun tapi belum memiliki fasilitas listrik, sarana air
bersih, infrastruktur besar masih dalam proses pengerjaan.
"Tidak bisa kita elakkan, momentum pembangunan ini perlu
kita pertahankan bersama," ujar Kuntoro.
Pada kesempatan ini, Presiden SBY menyerahkan
sertifikat ucapan terimah kasih kepada berbagai pihak termasuk
negara, lembaga donor, lembaga PBB, perusahaan swasta, LSM,
dan perorangan yang dianggap berjasa dalam membangun kembali
Aceh dan Nias. Sertifikat diserahkan kepada lima orang perwakilan,
yakni bantuan tenaga militer diwakili dubes Meksiko untuk
RI, sektor swasta oleh Dirut PT Bursa Efek Indonesia, lembaga
emerintah, negara, development agency diwakili oleh USAID.
Kemudian lembaga PBB oleh United Nations Organization For
reconstruction Coordination (UNORC), dan humanitarian donor
oleh Mrs. Allison Sudrajat dari USAID.
Tampak hadir beberapa menteri, diantaranya Menko
Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri
Perindustrian Fahmi Idris, Menkominfo Muhammad Noeh, Mendagri
Mardiyanto, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, anggota Watimpres
Emil Salim, Panglima TNI Joko Santoso, Kepala BIN Syamsir
Siregar, Surya Paloh, dan Gubernur NAD Irwandi Yusuf.
Hadir pula LSM dalam dan luar negeri, duta besar
negara sahabat, atase militer, perwakilan Bank Dunia, Bank
Pembangunan Asia, pimpinan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Pada masa tanggap darurat, ada 34 negara yang mengirimkan
16 ribu personil, 117 tim medis, 9 kapal induk, 1 rumah sakit
terapung, 14 kapal perang, 31 pesawat, 82 helikopter.
Tampil pula mewakili NGO Indonesia Lily Kasoem
dan Mr. Winston Choo. Keduanya menyampaikan pengalamannya
saat terjun memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa
dan tsunami di NAD dan Nias. Lily dan Mr. Choo mengaku sangat
terbantu dengan kehadiran BRR, kerja mereka lebih lancar karena
BRR tidak birokratis, efesien, efektif dan transparan .
Sumber : presidenri.go.id
|