Siaran Pers
16 Mahasiswa Papua Siap Timba Ilmu di Jerman
Berlin Lakukan Bedah Buku Mengenai Seni Kontemporer Indonesia
Rasa Haru Iringi Pelepasan KRI Dewaruci di Bremerhaven
Poco-Poco Diplomacy dan Kedigdayaan Awak Kapal Dewaruci di Jerman
Wunderbar (Hebat) Penampilan KRI Dewaruci di Hari Perdana Sail Bremerhaven
Indeks Siaran Pers
 
Berita Sebelumnya
Indonesia-Germany Interfaith Dialogue and Promoting Acamedic Cooperation
Pernyataan Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Penyergapan dan Aksi Kekerasan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara
Presiden umumkan 34 anggota Kabinet Indonesia Bersatu II
Yudhoyono-Boediono resmi jadi presiden dan wakil presiden
Presiden apresiasi kesuksesan MOD
Indeks Berita
 
Links
Penyelenggara Negara
Media Masa Indonesia
Perwakilan RI di Luar Negeri
Organisasi Masyarakat
Pemerintah Jerman
-
 
Pencarian Data


powered by FreeFind
-
 
Jajak Pendapat
Kami menyajikan kolom jajak pendapat dengan pertanyaan : "Bagaimana menurut anda tentang website KBRI Berlin ?"
kirim pendapat
 
 
- Berita -
 

25 Januari 2008

TERIMA KASIH KEPADA DUNIA YANG TELAH MEMBANTU ACEH DAN NIAS

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono menghadiri acara "Indonesia Thanks The World Appreciating A Global Partnership In Rebuilding Aceh - Nias and Sharing The Lessons", yang dilaksanakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh - Nias, di Panti Prajurit, Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (24/1) malam. Acara ini adalah prakarsa Presiden sebagai ucapan terima kasih rakyat Indonesia kepada negara donor dan semua pihak dalam membantu rekontruksi, rehabilitasi, dan pemulihan di Aceh dan Nias pasca gempa dan tsunami .

Pada acara itu juga dilakukan pemutaran film dokumenter After Tsunami, Maintaining The Momentum. Kemudian dilajutkan pemutaran film dokumenter Giving Back to The World, Lessons Learned.

Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan, malam ini sangat penting untuk menyatukan komitmen kita membangun Aceh dan Nias lebih baik. Presiden, atas nama negara, pemerintah, dan selaku pribadi, mengucapkan penghargaan setinggi tingginya kepda semua pihak yang telah membantu dan berbuat kebajikan membantu rakyat Aceh dan Nias yang mengalami tsunami. "Bantuan saudara semua di catat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dicatat oleh sejarah, serta dicatat dan dikenang di hati sanubari rakyat Indonesia, terutama mereka yang ada di Aceh dan Nias." ujar Presiden SBY.

Selain itu, Presiden SBY juga berterimah kasih dengan berbagai bahasa negara di dunia, seperti, Inggris, Jerman, Arab, Cina, dan lain -lain. Presiden menjelaskan, acara ini sebenarnya sudah lama dirancangnya bersama Ketua BRR dan beberapa stafnya dan baru kali ini terlaksana.

Ketua BRR Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto melaporkan bahwa dalam tiga tahun pasca tsunami BRR telah membangun 100 ribu unit rumah, 64 ribu hektar lahan pertanian terpulihkan, 2 ribu km jalan diperbaiki atau baru dibangun. Lalu 17 pelabuhan laut, 10 bandar udara, 860 bangunan sekolah, dan 600 fasilitas kesehatan. "Namun yang terpenting adalah kembalinya harapan masyarakat." kata Kuntoro.

Kuntoro menambahkan, pembangunan kembali Aceh dan Nias belum selesai. Masih ada 3 ribu kepala keluarga yang tidak memiliki tanah masih tinggal di barak. Masih ada rumah terbangun tapi belum memiliki fasilitas listrik, sarana air bersih, infrastruktur besar masih dalam proses pengerjaan. "Tidak bisa kita elakkan, momentum pembangunan ini perlu kita pertahankan bersama," ujar Kuntoro.

Pada kesempatan ini, Presiden SBY menyerahkan sertifikat ucapan terimah kasih kepada berbagai pihak termasuk negara, lembaga donor, lembaga PBB, perusahaan swasta, LSM, dan perorangan yang dianggap berjasa dalam membangun kembali Aceh dan Nias. Sertifikat diserahkan kepada lima orang perwakilan, yakni bantuan tenaga militer diwakili dubes Meksiko untuk RI, sektor swasta oleh Dirut PT Bursa Efek Indonesia, lembaga emerintah, negara, development agency diwakili oleh USAID. Kemudian lembaga PBB oleh United Nations Organization For reconstruction Coordination (UNORC), dan humanitarian donor oleh Mrs. Allison Sudrajat dari USAID.

Tampak hadir beberapa menteri, diantaranya Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menkominfo Muhammad Noeh, Mendagri Mardiyanto, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, anggota Watimpres Emil Salim, Panglima TNI Joko Santoso, Kepala BIN Syamsir Siregar, Surya Paloh, dan Gubernur NAD Irwandi Yusuf.

Hadir pula LSM dalam dan luar negeri, duta besar negara sahabat, atase militer, perwakilan Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, pimpinan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Pada masa tanggap darurat, ada 34 negara yang mengirimkan 16 ribu personil, 117 tim medis, 9 kapal induk, 1 rumah sakit terapung, 14 kapal perang, 31 pesawat, 82 helikopter.

Tampil pula mewakili NGO Indonesia Lily Kasoem dan Mr. Winston Choo. Keduanya menyampaikan pengalamannya saat terjun memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa dan tsunami di NAD dan Nias. Lily dan Mr. Choo mengaku sangat terbantu dengan kehadiran BRR, kerja mereka lebih lancar karena BRR tidak birokratis, efesien, efektif dan transparan .

Sumber : presidenri.go.id

 

© 2001-2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin - Jerman