Siaran Pers
16 Mahasiswa Papua Siap Timba Ilmu di Jerman
Berlin Lakukan Bedah Buku Mengenai Seni Kontemporer Indonesia
Rasa Haru Iringi Pelepasan KRI Dewaruci di Bremerhaven
Poco-Poco Diplomacy dan Kedigdayaan Awak Kapal Dewaruci di Jerman
Wunderbar (Hebat) Penampilan KRI Dewaruci di Hari Perdana Sail Bremerhaven
Indeks Siaran Pers
 
Berita Sebelumnya
Indonesia-Germany Interfaith Dialogue and Promoting Acamedic Cooperation
Pernyataan Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Penyergapan dan Aksi Kekerasan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara
Presiden umumkan 34 anggota Kabinet Indonesia Bersatu II
Yudhoyono-Boediono resmi jadi presiden dan wakil presiden
Presiden apresiasi kesuksesan MOD
Indeks Berita
 
Links
Penyelenggara Negara
Media Masa Indonesia
Perwakilan RI di Luar Negeri
Organisasi Masyarakat
Pemerintah Jerman
-
 
Pencarian Data


powered by FreeFind
-
 
Jajak Pendapat
Kami menyajikan kolom jajak pendapat dengan pertanyaan : "Bagaimana menurut anda tentang website KBRI Berlin ?"
kirim pendapat
 
 
- Berita -
 

17 Januari 2008

RI JADIKAN UE BAROMETER MUTU PERIKANAN

Indonesia menjadikan Uni Eropa (UE) sebagai barometer mutu produk perikanan untuk ekspor mengingat Komisi Uni Eropa menerapkan regulasi keamanan pangan paling ketat dibanding negara-negara lain. Sehingga jika Indonesia dinyatakan lulus uji mutu untuk pasar Eropa, maka pasar negara lain relatif lebih mudah.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Martani Huseini di Jakarta, Rabu (16/1). Selain itu UE menetapkan negara sebagai basis penilaian sehingga jika ada satu saja produk dari sebuah negara dianggap tidak aman mutunya, maka semua produk dari negara itu terkena dampaknya.

"Tahun ini kami berhasil memperoleh persetujuan dari Komisi Uni Eropa yang berarti produk perikanan asal Indonesia boleh masuk ke pasar Eropa," ujar Martani.

Semula Indonesia merasa was-was mengingat persyaratan yang begitu ketat dari UE, lanjutnya. Syarat yang ditetapkan mengharuskan Indonesia untuk memenuhi standar sanitasi, mutu, dan produk yang higienis, mulai dari proses produksi hingga pengolahan.

Bagaimanapun, menurutnya, Indonesia menghadapi kendala terutama budaya untuk memenuhi persyaratan mengingat sulitnya mendorong perbaikan sanitasi dan produk yang higienis kepada seluruh pembudidaya perikanan.

Sebagai contoh persyaratan untuk komoditas udang, Uni Eropa menetapkan aturan mulai dari proses produksi antara lain kualitas dan jenis benur, kondisi tambak, jarak tambak dengan tempat pembuangan kotoran, serta kebersihan lingkungan sekitar tambak. Selain itu, ketentuan tentang jenis pakan, pengendalian residu, dan pengolahan ikan.

Sumber : Suara Pembaruan

 

© 2001-2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin - Jerman