17 Januari 2008
RI JADIKAN UE BAROMETER MUTU PERIKANAN
Indonesia menjadikan Uni Eropa (UE) sebagai barometer
mutu produk perikanan untuk ekspor mengingat Komisi Uni Eropa
menerapkan regulasi keamanan pangan paling ketat dibanding
negara-negara lain. Sehingga jika Indonesia dinyatakan lulus
uji mutu untuk pasar Eropa, maka pasar negara lain relatif
lebih mudah.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengolahan
dan Pemasaran Hasil Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan
(DKP) Martani Huseini di Jakarta, Rabu (16/1). Selain itu
UE menetapkan negara sebagai basis penilaian sehingga jika
ada satu saja produk dari sebuah negara dianggap tidak aman
mutunya, maka semua produk dari negara itu terkena dampaknya.
"Tahun ini kami berhasil memperoleh persetujuan
dari Komisi Uni Eropa yang berarti produk perikanan asal Indonesia
boleh masuk ke pasar Eropa," ujar Martani.
Semula Indonesia merasa was-was mengingat persyaratan
yang begitu ketat dari UE, lanjutnya. Syarat yang ditetapkan
mengharuskan Indonesia untuk memenuhi standar sanitasi, mutu,
dan produk yang higienis, mulai dari proses produksi hingga
pengolahan.
Bagaimanapun, menurutnya, Indonesia menghadapi
kendala terutama budaya untuk memenuhi persyaratan mengingat
sulitnya mendorong perbaikan sanitasi dan produk yang higienis
kepada seluruh pembudidaya perikanan.
Sebagai contoh persyaratan untuk komoditas udang,
Uni Eropa menetapkan aturan mulai dari proses produksi antara
lain kualitas dan jenis benur, kondisi tambak, jarak tambak
dengan tempat pembuangan kotoran, serta kebersihan lingkungan
sekitar tambak. Selain itu, ketentuan tentang jenis pakan,
pengendalian residu, dan pengolahan ikan.
Sumber : Suara Pembaruan
|