16 Januari 2008
PRESIDEN : Perlindungan untuk WNI di Luar Negeri
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi
Wapres Jusuf Kalla, hari Rabu (16/1) siang berkunjungan ke
Kantor Departemen Tenaga Kerja dan Transmigras, untuk mendengar
pemaparan Menakertrans, Erman Suparno mengenai kinerja Depnakertrans
tahun 2007 serta rencana kerja tahun 2008. Menakertrans juga
menjelaskan langkah-langkah yang menyangkut ketenagakerjaan
dan transmigrasi yang akan dilakukan pemerintah pusat dan
daerah.
Ada empat pokok bahasan yang dalam rapat yang
langsung dipimpin Presiden SBY, yaitu mengenai peningkatan
pemberian latihan kepada tenaga kerja, mengoptimalkan penggunaan
BLK untuk mendidik para tenaga kerja, menjaga hubungan baik
dengan pihak industri serta pengelolaan tenaga kerja di luar
negeri.
Usai memimpin rapat di Depnakertrans, kepada
wartawan Presiden SBY menjelaskan, pemerintah akan lebih meningkatkan
sinkronisasi antara jajaran pemerintah pusat dan daerah dengan
lembaga pendidikan dan pelatihan serta pihak pasar yang memerlukan
tenaga kerja baru, agar angka pengangguran makin susut. Pemerintah
akan memastikan bahwa pekerja-pekerja baru memiliki kecakapan
atau skill yang diharapkan oleh perusahaan atau industri.
"Untuk mendidik para tenaga kerja agar memiliki
skill yang diharapkan oleh industri, pemerintah juga akan
memastikan pendidikan dan pelatihan di Balai Latihan Kerja
seluruh tanah air agar dapat digunakan lebih efektif. BLK
harus melakukan kegiatan yang dikoordinasikan dengan pendidikan
pelatihan dan pasar tenaga kerja, agar skill lebih klop dengan
perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, jelas SBY.
"Pemerintah juga akan memastikan terjalinnya
hubungan baik dengan pihak industri, pemerintah dan tenaga
kerja. Antara asosiasi pekerja, asosiasi usaha dan pemerintah,
diharapkan bisa memikirkan langkah-langkah terpadu agar ekonomi
tumbuh dan para pekerja mendapatkan hak dan kesejahteraan
yang lebih baik," kata SBY. Menurut SBY, hubungan semacam
ini harus dipelihara agar setiap masalah yang dihadapi, bisa
dipecahkan secara bersama-sama.
Mengenai pengelolaan tenaga kerja di luar negeri,
Presiden SBY mengatakan bahwa misi pemerintah ada dua, yaitu
pertama pemerintah akan selalu memberikan perlindungan dan
pelayanan yang terbaik bagi warga negara Indonesia di luar
negeri. "Pemerintah ingin melindungi dengan gigih hak-hak
warga negara Indonesia di luar negeri, karena banyak sekali
saudara kita di luar negeri, dan terkadang timbul masalah.
Pemerintah akan selalu berusaha untuk membantu dari segala
aspek," kata SBY. Yang kedua lanjut SBY, adalah pemerintah
ingin pekerja-pekerja mendapatkan kesempatan kerja lebih banyak
lagi di luar negeri.
Sedangkan mengenai Transmigrasi, Presiden SBY
mendukung program Depnakertrans bersama dengan pemerintah
daerah untuk membangun kota terpadu mandiri yang dihuni oleh
penduduk lokal serta transmigran. "Kota terpadu mandiri
adalah satu kawasan dimana penduduk lokal dan transmigran
disediakan fasilitas yang baik serta infrastruktur yang menunjang.
Seperti pendidikan, kesehatan, transport dan lain sebagainya,"
SBY menjelaskan. Dengan adanya kota ini, SBY berharap akan
ada manfaat dan nilai baru yang dapat dicapai secara eknomi
maupun kesejahteraan.
Turut hadir mendampingi Presiden antara lain
Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Boediono,
Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Mentan Anton
Apriyantono, Menhub Jusman Sjafii Djamal, Seskab Sudi Silalahi,
Mendiknas Bambang Soedibyo, Mendagri Mardiyanto, Menkop UKM
Suryadharma Ali, Menlu Hassan Wirajuda, Men Hukham Andi Mattalata,
Kepala Bappenas Paskah Suzetta, serta dua Jubir Presiden,
Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.
Sumber : presidenri.go.id
|