Siaran Pers
16 Mahasiswa Papua Siap Timba Ilmu di Jerman
Berlin Lakukan Bedah Buku Mengenai Seni Kontemporer Indonesia
Rasa Haru Iringi Pelepasan KRI Dewaruci di Bremerhaven
Poco-Poco Diplomacy dan Kedigdayaan Awak Kapal Dewaruci di Jerman
Wunderbar (Hebat) Penampilan KRI Dewaruci di Hari Perdana Sail Bremerhaven
Indeks Siaran Pers
 
Berita Sebelumnya
Indonesia-Germany Interfaith Dialogue and Promoting Acamedic Cooperation
Pernyataan Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Penyergapan dan Aksi Kekerasan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara
Presiden umumkan 34 anggota Kabinet Indonesia Bersatu II
Yudhoyono-Boediono resmi jadi presiden dan wakil presiden
Presiden apresiasi kesuksesan MOD
Indeks Berita
 
Links
Penyelenggara Negara
Media Masa Indonesia
Perwakilan RI di Luar Negeri
Organisasi Masyarakat
Pemerintah Jerman
-
 
Pencarian Data


powered by FreeFind
-
 
Jajak Pendapat
Kami menyajikan kolom jajak pendapat dengan pertanyaan : "Bagaimana menurut anda tentang website KBRI Berlin ?"
kirim pendapat
 
 
- Berita -
 

2 Januari 2008

3 Tahun Tsunami: Aceh & Nias Telah Beri Pelajaran Kepada Dunia

*) Kuntoro Mangkusubroto Sampaikan Terima Kasih Kepada Masyarakat Aceh & Nias

Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias Kuntoro Mangkusubroto mengatakan bahwa bencana Tsunami dan Gempa Bumi yang melanda Aceh dan Nias telah membuka mata dunia dan memberikan pelajaran penting, tidak saja bagi Indonesia, tetapi bagi masyarakat dunia. Pernyataan tersebut disampaikannya pada saat peringatan 3 tahun bencana Tsunami hari ini di Calang, Aceh Jaya. “Seluruh dunia ingin belajar dari Aceh dan Nias,” tegas Kuntoro.

Pelajaran yang bisa dipetik antara lain adalah pentingnya kebersamaan semua pihak dalam memberikan respons atas bencana Tsunami, dukungan dan determinasi masyarakat Aceh dan Nias, komitmen pemerintah, peraturan dan regulasi yang mendukung, serta keberanian untuk mengambil inisiatif. “Semua ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi daerah lain di Indonesia dan juga bagi dunia internasional tentang bagaimana menghadapi sebuah bencana sebesar yang terjadi di Aceh dan Nias 3 tahun yang lalu,” terang kuntoro.

Pada kesempatan yang sama Kuntoro menjelaskan bahwa selama hampir tiga tahun memimpin badan pelaksana BRR, dia telah bertemu dengan berbagai kepala negara, kepala pemerintahan, serta pejabat dari berbagai Negara dan lembaga internasional. Semuanya memberikan apresiasi atas determinasi dan dukungan masyarakat Aceh dan Nias dalam menghadapi situasi pasca bencana Tsunami.

“Karena itu, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh masyarakat Aceh dan Nias atas dukungan yang diberikan selama ini, karena hal tersebut merupakan salah satu aspek penting dalam mempercepat kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias,” Jelas Kuntoro.

Lebih lanjut Kuntoro mengatakan bahwa dukungan masyarakat serta faktor-faktor penting lainnya, telah menjadikan upaya rekonstruksi di Aceh dan Nias jauh lebih baik dibandingkan dengan yang terjadi di Negara lain yang juga mengalami bencana yang sama dengan yang dialami di Aceh dan Nias seperti Sri Lanka. “Bahkan jika dibandingkan dengan upaya rekonstruksi yang terjadi di negara lain seperti di Bam (Iran), Gujarat (India), Honduras, dan Turki, misalnya, progress rekonstruksi di Aceh jauh lebih cepat,” Kata Kuntoro.

Menurut Kuntoro yang jauh lebih penting saat ini adalah bagaimana semua pihak di Aceh dan Nias dapat bersama-sama menatap Aceh dan Nias kedepan dengan lebih baik. “Kita memperingati Tsunami bersama-sama tapi kita tidak perlu seterusnya bersedih, karena saya yakin masa depan Aceh dan Nias kedepan akan jauh lebih baik,” Kata Kuntoro.


Capaian Rekonstruksi

Lebih lanjut Kuntoro menjelaskan bahwa saat ini secara keseluruhan, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, tanpa menutup mata atas berbagai kekurangan yang terjadi di sana-sini. “Memang masih banyak kekurangan disani-sini, yang tentunya akan kita terus perbaiki, tapi BRR dan semua pihak yang bekerja untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias telah menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan,” jelas Kuntoro.

Seperti diketahui, sampai akhir November 2007, jumlah rumah baru yang telah terbangun mencapai 102.691 unit dari 120.000 rumah yang harus dibangun. Lahan pertanian yang telah selesai di rehabilitasi seluas 64.019 Ha (dari total yang rusak sebesar 60.000 Ha), panjang jalan yang telah selesai sepanjang 2.191 km (dari total kebutuhan 3.000 km), pelabuhan laut yang telah selesai di rehabilitasi dan di rekonstruksi sebanyak 17 unit (dari yang rusak sebanyak 14 unit), dan Bandara/Aistrip yang telah selesai sebanyak 10 unit (dari 11 unit yang dibutuhkan).

Selain capaian tersebut, jumlah guru yang telah dilatih sampai November 2007 sejumlah 23.095 orang (dari 2.500 orang guru yang meninggal), serta fasilitas kesehatan sejumlah 613 unit dari jumlah yang sebelumnya rusak 127 unit. “Semua capaian ini hanya bisa diperoleh dengan bantuan dan dukungan masyarakat Aceh dan Nias. BRR sendiri tetap pada komitmennya untuk menyelesaikan tugas sampai April 2009,” Kata Kuntoro.

Sumber : BRR

 

© 2001-2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin - Jerman