Siaran Pers
16 Mahasiswa Papua Siap Timba Ilmu di Jerman
Berlin Lakukan Bedah Buku Mengenai Seni Kontemporer Indonesia
Rasa Haru Iringi Pelepasan KRI Dewaruci di Bremerhaven
Poco-Poco Diplomacy dan Kedigdayaan Awak Kapal Dewaruci di Jerman
Wunderbar (Hebat) Penampilan KRI Dewaruci di Hari Perdana Sail Bremerhaven
Indeks Siaran Pers
 
Berita Sebelumnya
Indonesia-Germany Interfaith Dialogue and Promoting Acamedic Cooperation
Pernyataan Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Penyergapan dan Aksi Kekerasan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara
Presiden umumkan 34 anggota Kabinet Indonesia Bersatu II
Yudhoyono-Boediono resmi jadi presiden dan wakil presiden
Presiden apresiasi kesuksesan MOD
Indeks Berita
 
Links
Penyelenggara Negara
Media Masa Indonesia
Perwakilan RI di Luar Negeri
Organisasi Masyarakat
Pemerintah Jerman
-
 
Pencarian Data


powered by FreeFind
-
 
Jajak Pendapat
Kami menyajikan kolom jajak pendapat dengan pertanyaan : "Bagaimana menurut anda tentang website KBRI Berlin ?"
kirim pendapat
 
 
- Berita -
 

24 April 2008

SBY : Ekonomi Kreatif Penting untuk Mengurangi Kemiskinan dan Pengangguran

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pentingnya ekonomi kreatif untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Terbukti, tahun lalu, industri kecil menyumbang Rp 105 triliun terhadap PDB, Rp 6 triliun diantaranya dari industri kerajinan. Presiden menjelaskan hal itu ketika membuka Jakarta International Handicraft Trade Fair atau Inacraft 2008, di Jakarta Convention Centre (JCC), Rabu (23/4) siang.

Inacraft tahun 2008 ini merupakan penyelengaraan yang ke-10. Diikuti oleh 1.080 perusahaan dari 33 provinsi dan luar negeri, seperti Singapura, India, Thailand, Amerika Serikat, Pakistan, dan Tunisia. Inacraft berlangsung pada 23-27 April 2008 dan menempati lahan seluas 24.080 m2.

Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan bahwa ini kehadirannya yang keempat dalam Inacraft. "Kalau tak ada aral melintang saya usahakan dapat hadir karena saya yakin dan percaya Inacraft membawa manfaat yang nyata. Saya yakin dan percaya kalau kerajinan dan ekonomi kreatif ditingkatkan, maka sektor riil meningkat, pengangguran dan kemiskinan berkurang. Ini bukti nyata sebagai industri UMKM jadi pilar penting dalam ekonomi dan menyumbang bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan negeri ini," kata Presiden.

Tahun lalu, kata Presiden, sumbangan industri kecil terhadap produk domestik bruto (PDB) Rp 105 triliun. "Lapangan kerja yang dibentuk besar, sekitar 4,5 persen atau 5 juta tenaga kerja baru. Industri kerajinan tumbuh 19,5 persen dengan total 620 juta dolar AS atau setara Rp 6 triliun,” SBY menjelaskan.

Untuk perhiasan, menyumbang 36,6 persen dengan nilai 953 juta dolar AS atau lebih dari Rp 9 triliun. “Ini sesuatu yang riil. Mari terus kembangkan industri kerajinan, perhiasan, ekonomi kreatif, dan budaya," ujar Presiden SBY.

Presiden menjelaskan, ekonomi kreatif penting untuk meningkatkan pertumbuhan industri. Kemiskinan dan pengangguran berkurang bila ekonomi tumbuh. “Karena itu, semua harus mengubahnya. Itulah mengapa industri kerajinan harus meningkat," Presiden menegaskan.

Usai membuka resmi Inacraft, Presiden SBY didampingi Ibu Negara selaku Pelindung Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla selaku Ketua Dekranas meninjau stan-stan peserta. Presiden dan rombongan, antara lain, mengunjungi Munti Bali Ceramic, stan Pemda Kalimantan Barat, stan Guruh Sukarno Putra yang menjual batik, Royal Silk Foundation and Garuda Indonesia, Indonesia Japan 50th Years The Collabo2, Tunisia, Malaysia, India,Lin's Leather, dan terakhir stan Pemda Nanggroe Aceh Darussalam. Di stan NAD ini Presiden disambut Gubernur NAD Irwandi Yusuf.

Turut mendampingi Presiden, antara lain, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Seskab Sudi Silalahi.

Sumber : Situs Presiden RI

© 2001-2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin - Jerman