9 Agustus 2007
Menlu RI: ASEAN Telah “People-Centered”
Pada Program-Program Kegiatannya
“Sebenarnya ASEAN telah “people-centered”
pada program-program kegiatannya,” demikian disampaikan
Menteri Luar Negeri RI, Dr. N. Hassan Wirajuda, dalam acara
Dialog Interaktif bertema “Menyongsong Pembentukan Komunitas
ASEAN Tahun 2015” yang ditayangkan secara nasional live
oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasion Pusat, Jakarta,
pada tanggal 7Agustus 2007 malam. Pada acara tersebut hadir
Menteri Luar Negeri Dr. N. Hassan Wirajuda dan Menteri Perdagangan
Dr. Mari Elka Pangestu sebagai nara sumber. Sebagai pembawa
acara adalah wartawan senior majalah berita mingguan nasional
“Tempo”, Bambang Harimurty.
Sejak dicetuskannya “Bali Concord I” di KTT ASEAN
ke-2 tahun 1976, “Bali Concord II” di KTT ASEAN
ke-9 tahun 2003 dan Vientiane Action Programme (VAP) di KTT
ASEAN ke-10 tahun 2004, segala program dan rencana aksi semakin
diarahkan secara tajam kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Dengan keberadaan 6 negara anggota yang perekonomiannya lebih
maju dari 4 negara anggota baru seperti Kamboja, Laos, Myanmar
dan Vietnam (CLMV), telah dilaksanakan program bernama “Narrowing
the Development Gap” dan “Initiative of ASEAN
Integration” (IAI), laju pembangunan negara-negara CLMV
dipacu agar mampu mengejar tingkat pembangunan ke-6 negara
anggota ASEAN lainnya sebelum dapat siap menghadapi Komunitas
ASEAN tahun 2015.
Menteri Luar Negeri memaparkan tema HUT ASEAN tahun ini, yaitu
“ASEAN sebagai Komunitas Negara-negara yang Saling Berbagi
dan Saling Peduli” (ASEAN as One Sharing and Caring
Community). Di usianya yang ke-40 tahun saat ini, ASEAN telah
berkomitmen untuk mentransformasikan dirinya dari organisasi
kerjasama regional yang longgar (loosened) menjadi organisasi
yang lebih mengikatkan diri pada segala keputusan yang disepakati
diantara negara anggotanya. Untuk itu masih berlangsung proses
penyusunan Piagam ASEAN yang nantinya merupakan wujud formalisasi
pengikatan diri tersebut secara hukum. Selain itu disampaikan
pula cita-cita mewujudkan Komunitas ASEAN yang terdiri dari
tiga pilar, Komunitas Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN
dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN pada tahun 2015.
Esensi suatu Komunitas Ekonomi ASEAN adalah mengintegrasikan
perekonomian negara-negara ASEAN dengan meliberalisasikan
perdagangan diantara mereka. Melalui perdagangan bebas intra-ASEAN,
dan juga antara ASEAN dan negara-negara Mitra Wicara, menurut
Menteri Perdagangan, sasaran yang ingin dicapai adalah peningkatan
daya saing produk-produk negara-negara ASEAN di luar kawasan,
dan bukan menciptakan persaingan tidak sehat antara produk-produk
sesama negara anggota ASEAN. Proses perundingan liberalisasi
perdagangan yang masih berlangsung diantara negara-negara
anggota ASEAN dan antara ASEAN dan negara-negara MItra Wicara
diantaranya ditujukan untuk menghapus dan mengurangi bea masuk
atas produk-produk impor dari sesama negara anggota ASEAN
dan negara-negara Mitra Wicara menjadi 0 hingga 5% pada minimal
90% dari total jenis produk yang diperdagangkan diantara mereka.
Apabila ini terwujudkan, maka harga jual suatu jenis produk
buatan beberapa negara ASEAN akan sama atau sedikit sekali
perbedaannya.
Mengenai wujud yang dimaksud dengan Komunitas Keamanan ASEAN
di masa depan, menurut Menlu, bukan pakta pertahanan atau
keamanan seperti Pakta Warsawa di masa lalu atau NATO yang
hingga kini masih eksis. Wujud Komunitas Keamanan ASEAN di
masa depan merupakan keamanan yang dijamin bersama oleh negara-negara
ASEAN tanpa campur tangan asing dan bebas dari pengaruh negara
di luar kawasan.
Acara Dialog Interaktif tersebut yang merupakan kulminasi
dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Ulang Tahun
(HUT) ASEAN ke-40 yang jatuh pada tanggal 8 Agustus 2007,
berlangsung dengan penuh antusiasme dari audiens di studio,
dimana karena keterbatasan waktu, tidak seluruhnya dapat diberikan
kesempatan untuk bertanya. Latar belakang asal penanya melalui
komunikasi telepon juga cukup beragam, yakni dari Jakarta
Selatan, Sulawesi Barat dan beberapa daerah lainnya. Hal ini
secara relatif merefleksikan kepedulian warga di daerah-daerah
di Indonesia terhadap ASEAN.
Sumber : Departemen Luar Negeri
|