Siaran Pers
16 Mahasiswa Papua Siap Timba Ilmu di Jerman
Berlin Lakukan Bedah Buku Mengenai Seni Kontemporer Indonesia
Rasa Haru Iringi Pelepasan KRI Dewaruci di Bremerhaven
Poco-Poco Diplomacy dan Kedigdayaan Awak Kapal Dewaruci di Jerman
Wunderbar (Hebat) Penampilan KRI Dewaruci di Hari Perdana Sail Bremerhaven
Indeks Siaran Pers
 
Berita Sebelumnya
Indonesia-Germany Interfaith Dialogue and Promoting Acamedic Cooperation
Pernyataan Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Penyergapan dan Aksi Kekerasan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara
Presiden umumkan 34 anggota Kabinet Indonesia Bersatu II
Yudhoyono-Boediono resmi jadi presiden dan wakil presiden
Presiden apresiasi kesuksesan MOD
Indeks Berita
 
Links
Penyelenggara Negara
Media Masa Indonesia
Perwakilan RI di Luar Negeri
Organisasi Masyarakat
Pemerintah Jerman
-
 
Pencarian Data


powered by FreeFind
-
 
Jajak Pendapat
Kami menyajikan kolom jajak pendapat dengan pertanyaan : "Bagaimana menurut anda tentang website KBRI Berlin ?"
kirim pendapat
 
 
- Berita -
 

9 Agustus 2007

Menlu RI: ASEAN Telah “People-Centered” Pada Program-Program Kegiatannya

“Sebenarnya ASEAN telah “people-centered” pada program-program kegiatannya,” demikian disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Dr. N. Hassan Wirajuda, dalam acara Dialog Interaktif bertema “Menyongsong Pembentukan Komunitas ASEAN Tahun 2015” yang ditayangkan secara nasional live oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasion Pusat, Jakarta, pada tanggal 7Agustus 2007 malam. Pada acara tersebut hadir Menteri Luar Negeri Dr. N. Hassan Wirajuda dan Menteri Perdagangan Dr. Mari Elka Pangestu sebagai nara sumber. Sebagai pembawa acara adalah wartawan senior majalah berita mingguan nasional “Tempo”, Bambang Harimurty.

Sejak dicetuskannya “Bali Concord I” di KTT ASEAN ke-2 tahun 1976, “Bali Concord II” di KTT ASEAN ke-9 tahun 2003 dan Vientiane Action Programme (VAP) di KTT ASEAN ke-10 tahun 2004, segala program dan rencana aksi semakin diarahkan secara tajam kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dengan keberadaan 6 negara anggota yang perekonomiannya lebih maju dari 4 negara anggota baru seperti Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam (CLMV), telah dilaksanakan program bernama “Narrowing the Development Gap” dan “Initiative of ASEAN Integration” (IAI), laju pembangunan negara-negara CLMV dipacu agar mampu mengejar tingkat pembangunan ke-6 negara anggota ASEAN lainnya sebelum dapat siap menghadapi Komunitas ASEAN tahun 2015.

Menteri Luar Negeri memaparkan tema HUT ASEAN tahun ini, yaitu “ASEAN sebagai Komunitas Negara-negara yang Saling Berbagi dan Saling Peduli” (ASEAN as One Sharing and Caring Community). Di usianya yang ke-40 tahun saat ini, ASEAN telah berkomitmen untuk mentransformasikan dirinya dari organisasi kerjasama regional yang longgar (loosened) menjadi organisasi yang lebih mengikatkan diri pada segala keputusan yang disepakati diantara negara anggotanya. Untuk itu masih berlangsung proses penyusunan Piagam ASEAN yang nantinya merupakan wujud formalisasi pengikatan diri tersebut secara hukum. Selain itu disampaikan pula cita-cita mewujudkan Komunitas ASEAN yang terdiri dari tiga pilar, Komunitas Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN pada tahun 2015.

Esensi suatu Komunitas Ekonomi ASEAN adalah mengintegrasikan perekonomian negara-negara ASEAN dengan meliberalisasikan perdagangan diantara mereka. Melalui perdagangan bebas intra-ASEAN, dan juga antara ASEAN dan negara-negara Mitra Wicara, menurut Menteri Perdagangan, sasaran yang ingin dicapai adalah peningkatan daya saing produk-produk negara-negara ASEAN di luar kawasan, dan bukan menciptakan persaingan tidak sehat antara produk-produk sesama negara anggota ASEAN. Proses perundingan liberalisasi perdagangan yang masih berlangsung diantara negara-negara anggota ASEAN dan antara ASEAN dan negara-negara MItra Wicara diantaranya ditujukan untuk menghapus dan mengurangi bea masuk atas produk-produk impor dari sesama negara anggota ASEAN dan negara-negara Mitra Wicara menjadi 0 hingga 5% pada minimal 90% dari total jenis produk yang diperdagangkan diantara mereka. Apabila ini terwujudkan, maka harga jual suatu jenis produk buatan beberapa negara ASEAN akan sama atau sedikit sekali perbedaannya.

Mengenai wujud yang dimaksud dengan Komunitas Keamanan ASEAN di masa depan, menurut Menlu, bukan pakta pertahanan atau keamanan seperti Pakta Warsawa di masa lalu atau NATO yang hingga kini masih eksis. Wujud Komunitas Keamanan ASEAN di masa depan merupakan keamanan yang dijamin bersama oleh negara-negara ASEAN tanpa campur tangan asing dan bebas dari pengaruh negara di luar kawasan.

Acara Dialog Interaktif tersebut yang merupakan kulminasi dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ASEAN ke-40 yang jatuh pada tanggal 8 Agustus 2007, berlangsung dengan penuh antusiasme dari audiens di studio, dimana karena keterbatasan waktu, tidak seluruhnya dapat diberikan kesempatan untuk bertanya. Latar belakang asal penanya melalui komunikasi telepon juga cukup beragam, yakni dari Jakarta Selatan, Sulawesi Barat dan beberapa daerah lainnya. Hal ini secara relatif merefleksikan kepedulian warga di daerah-daerah di Indonesia terhadap ASEAN.

Sumber : Departemen Luar Negeri

 

© 2001-2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin - Jerman